PEMIMPIN GERAKAN EMERGING MERASA TERGANGGU DENGAN PENGGUNAAN ISTILAH “DISELAMATKAN” DAN “LAHIR BARU”

Dalam blognya dan dalam sebuah wawancara dengan Christian Post, Tim Stevens, gembala sidang dari Granger Community Church di Granger, Indiana, mengatakan bahwa dia terganggu oleh penggunaan istilah “diselamatkan” dan “lahir baru.” Dia menulis: “Saya baru-baru ini memperhatikan bahwa saya semakin lama semakin terganggu oleh kata “selamat.” Bukan dalam pemakaian seperti “selamat pagi” atau “selamat jalan” tetapi dalam konteks Kristiani: “Apakah Johnny sudah diselamatkan?” Atau “lambat laun Martha akan diselamatkan.” ….Sering kali gereja-gereja bisa menjadi tempat yang tidak nyaman bagi orang-orang yang sedang dalam pencarian. Mereka merasakan kebutuhan akan Allah, jadi mereka nongol di gereja pada suatu Minggu pagi dan mereka tidak bisa menangkap apa-apa karena dunia itu berbeda dengan dunia yang mereka tinggali. Bahasa yang dipakai tidak masuk akal, cara komunikasinya aneh, dan musiknya aneh….Saya rasa penggunaan bahasa merupakan bagian yang besar dari semua ini” (Christian Post, 1 Sept. 2011). Granger adalah contoh yang sempurna sebuah gereja 2 Timotius 4:3-4 yang hidup menurut hawa nafsu mereka sendiri dan memiliki banyak guru palsu yang menggelitik telinga generasi yang sesat dengan suatu jenis kekristenan yang baru. Ini adalah jenis gereja yang berpesta rock & roll. Gereja-gereja dilarang oleh Tuhan untuk menjadi sama dengan dunia untuk memenangkan dunia (Roma 12:2). Memang benar bahwa orang yang belum percaya seharusnya dapat merasa bahwa mereka dikasihi dan disambut dengan baik ketika mereka menghadiri kebaktian, dan umat Tuhan perlu untuk berusaha dan memastikan hal ini terjadi, dan Injil harus dengan jelas diberitakan, tetapi orang yang belum percaya seharusnya tidak merasa nyaman di gereja. Mereka harus dibuat mengerti bahwa umat manusia terbagi menjadi kategori yang terhilang dan yang selamat, dan kecuali mereka mengalami kelahiran kembali dan masuk kategori selamat, mereka akan menghabiskan kekekalan di lautan api sebagai upah kejahatan mereka melawan Allah yang mahakuasa. Ketika seorang yang tidak percaya datang ke gereja, ia tidak seharusnya merasa nyaman; dia harus merasa tusukan Roh Kudus (1 Kor. 14:24-25). Tusukan dan tuduhan rohani ini tidak datang melalui musik yang membuat anda ingin berdansa atau melalui mengubah gereja menjadi suatu tempat yang beratmosfir pesta sensual atau melalui menurunkan standar berpakaian dan standar bahasa ke level masyarakat yang konyol yang dikuasai oleh budaya pop. Tusukan dan kerja rohani Roh Kudus tidak datang ketika gereja-gereja mencoba menggantikan “cool” duniawi dengan “cool” gerejawi. Tetapi ia datang melalui kehidupan Kristen yang serious dan terpisah dari dunia, dan musik-musik yang rohani, dan pemberitaan Firman Tuhan yang setia kepada Alkitab dan bukan melalui khotbah-khotbah dangkal yang hanyalah berisikan psikologi modern. (Berita Mingguan GITS 10 September 2011, sumber: http://www.wayoflife.org)

This entry was posted in EMERGING CHURCH and tagged , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to PEMIMPIN GERAKAN EMERGING MERASA TERGANGGU DENGAN PENGGUNAAN ISTILAH “DISELAMATKAN” DAN “LAHIR BARU”

  1. Hier besteht die Möglichkeit verschiedenste Informationen nach den eigenen Prioritäten zu sortieren und auch Nachrichten aus verschiedensten Quellen zu vergleichen.

  2. Pedro says:

    Trainiert man den Penis aber durch Erektion, stärkt man die
    glatte Muskulatur des Gesäßbereiches und sie bleibt dynamisch.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s