JOHN PIPER – THEOLOGI REFORMED DAN PENYEMBAHAN KHARISMATIK

(Berita Mingguan GITS 3 September 2011, sumber: http://www.wayoflife.org)
Dalam sebuah kunjungan riset ke sebuah kebaktian di Bethlehem Baptist Church yang dipimpin oleh John Piper di Minneapolis tahun ini, saya kembali teringat akan hari-hari kharismatik saya! Khotbah yang disampaikan bertheologi Reformed, tetapi musiknya adalah mistikisme rock & roll kharismatik. Dalam beberapa tahun belakangan saya juga telah mengunjungi Saddleback Church di Willowcreek, sebuah Calvary Chapel, sebuah Vineyard Church, beberapa gereja Southern Baptist, kebaktian-kebaktian Roma Katolik, sebuah konferensi Baptis yang liberal, sebuah konferensi kharismatik, dan sebuah konferensi emerging church. Satu hal yang semua kebaktian ini miliki bersama adalah musik rock dan kebaktian yang berpusat pada pengalaman emosional. Ini adalah salah satu aspek yang paling berkuasa dalam gerakan ekumene dan dengan efektif menarik semua tipe gereja bersama. Salah satu tema besar dari penyembahan kontemporer adalah kesatuan ekumenis, “tubuh Kristus ” dan “kita adalah satu.” Ini adalah tema yang muncul dalam penyembahan kontemporer seperti di gereja Piper. Musik membawa sebuah gereja dan anggota-anggotanya untuk berasosiasi dengan ekumenis-ekumenis yang paling radikal, seperti Darlene Zschech dari Hillsong (yang melakukan performans untuk Roman Catholic World Youth Day dan sangat suka bahwa musik kontemporer menyatukan Katolik, Anglikan, dan kharismatik), Jack Hayford (yang mengatakan bahwa Allah memberitahu dia agar tidak menghakimi gereja Katolik), Graham Kendrick (salah satu pendiri dari March for Jesus), Chris Tomlin (yang bersukacita bahwa musik kontemporer sedang menyatukan “konservatif dan kharismatik), dan Stewart Townend (yang mau membawa gereja-gereja konservatif untuk bersekutu dengan “gereja yang lebih luas”). Seorang gembala sidang Baptis fundamental yang baru-baru ini menulis untuk mengritik apa yang dia sebut “pelayanan peringatan” saya mengatakan bahwa musik adalah semata-mata masalah gereja lokal dan bahwa hanya gembala sidang sebuah gereja lokal yang berhak untuk memberi peringatan tentang musik gereja tersebut. Rupanya ia berpikir bahwa 2 Timotius 4:2; Titus 2:15; 1 Petrus 4:11; dan Yudas 3 hanya ditulis kepada gembala-gembala sidang dan hanya beraplikasi kepada satu gembala sidang dan satu gereja. Dia juga berpikir bahwa setiap gembala sidang cukup diperlengkapi untuk berurusan dengan isu musik dan tidak memerlukan pertolongan. Pandangan ini terdengar seperti pendirian Diotrefes!

This entry was posted in MUSIK and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s